Profil

POLRES KULONPROGO merupakan institusi polri di bawah Polda DIY yang berlokasi di wilayah jalan Wates – Yogya Km 2 kecamatan Pengasih Kabupaten Kulonprogo

A.      TRI GATRA

1.      Riwayat Singkat Berdirinya Kab. Kulonprogo

Sebelum terbentuknya Kabupaten Kulonprogo pada tanggal 15 Oktober 1951, wilayah Kulonprogo terbagi atas dua kabupaten yaitu Kabupaten Kulonprogo yang merupakan wilayah Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kabupaten Adikarta yang merupakan wilayah Kadipaten Pakualaman.

WILAYAH KASULTANAN NGAYOGYAKARTA HADININGRAT (KABUPATEN KULONPROGO)

Sebelum Perang Diponegoro di daerah Negaragung, termasuk didalamnya wilayah Kulonprogo, belum ada pejabat pemerintahan yang menjabat di daerah sebagai penguasa.Pada waktu itu roda pemerintahan dijalankan oleh pepatih dalem yang berkedudukan di Ngayogyakarta Hadiningrat. Setelah Perang Diponegoro 1825-1830 di wilayah Kulonprogo sekarang yang masuk wilayah Kasultanan terbentuk empat kabupaten yaitu:

  1. Kabupaten Pengasih, tahun 1831
  2. Kabupaten Sentolo, tahun 1831
  3. Kabupaten Nanggulan, tahun 1851
  4. Kabupaten Kalibawang, tahun 1855

Masing-masing kabupaten tersebut dipimpin oleh para Tumenggung. Menurut buku ‘Prodjo Kejawen’ pada tahun 1912 Kabupaten Pengasih, Sentolo, Nanggulan dan Kalibawang digabung menjadi satu dan diberi nama Kabupaten Kulonprogo, dengan ibukota di Pengasih. Bupati pertama dijabat oleh Raden Tumenggung Poerbowinoto. Dalam perjalanannya, sejak 16 Februari 1927 Kabupaten Kulonprogo dibagi atas dua Kawedanan dengan delapan Kapanewon, sedangkan ibukotanya dipindahkan ke Sentolo.

Dua Kawedanan tersebut adalah Kawedanan Pengasih yang meliputi Kapanewon Lendah, Sentolo, Pengasih dan Kokap/ Sermo.Kawedanan Nanggulan meliputi Kapanewon Watumurah/Girimulyo, Kalibawang dan Samigaluh.
Yang menjabat Bupati di Kabupaten Kulonprogo sampai dengan tahun 1951 adalah sebagai berikut:

  1. RT. Poerbowinoto
  2. KRT. Notoprajarto
  3. KRT. Harjodiningrat
  4. KRT. Djojodiningrat
  5. KRT. Pringgodiningrat
  6. KRT. Setjodiningrat
  7. KRT. Poerwoningrat

WILAYAH KADIPATEN PAKUALAMAN ( KABUPATEN ADIKARTA)

Di daerah selatan Kulonprogo ada suatu wilayah yang masuk Keprajan Kejawen yang bernama Karang Kemuning yang selanjutnya dikenal dengan nama Kabupaten Adikarta. Menurut buku ‘Vorstenlanden’ disebutkan bahwa pada tahun 1813 Pangeran Notokusumo diangkat menjadi KGPA Ario Paku Alam I dan mendapat palungguh di sebelah barat Sungai Progo sepanjang pantai selatan yang dikenal dengan nama Pasir Urut Sewu. Oleh karena tanah pelungguh itu letaknya berpencaran, maka sentono ndalem Paku Alam yang bernama Kyai Kawirejo I menasehatkan agar tanah pelungguh tersebut disatukan letaknya.Dengan disatukannya pelungguh tersebut, maka menjadi satu daerah kesatuan yang setingkat kabupaten. Daerah ini kemudian diberi nama Kabupaten Karang Kemuning dengan Ibukota Brosot.

Sebagai Bupati yang pertama adalah Tumenggung Sosrodigdoyo.Bupati kedua, R. Rio Wasadirdjo, mendapat perintah dari KGPAA Paku Alam V agar mengusahakan pengeringan Rawa di Karang Kemuning.Rawa-rawa yang dikeringkan itu kemudian dijadikan tanah persawahan yang Adi (Linuwih) dan Karta (Subur) atau daerah yang sangat subur. Oleh karena itu, maka Sri Paduka Paku Alam V lalu berkenan menggantikan nama Karang Kemuning menjadi Adikarta pada tahun 1877 yang beribukota di Bendungan. Kemudian pada tahun 1903 ibukotanya dipindahkan ke Wates.Kabupaten Adikarta terdiri dua kawedanan (distrik) yaitu Kawedanan Sogan dan Kawedanan Galur.Kawedanan Sogan meliputi Kapanewon (onder distrik) Wates dan Temon, sedangkan Kawedanan Galur meliputi Kapanewon Brosot dan Panjatan.

Bupati di Kabupaten Adikarta sampai dengan tahun 1951 berturut-turut sebagai berikut:

  1. Tumenggung Sosrodigdoyo
  2. R. Rio Wasadirdjo
  3. RT. Surotani
  4. RMT. Djayengirawan
  5. RMT. Notosubroto
  6. KRMT. Suryaningrat
  7. Mr. KRT. Brotodiningrat
  8. KRT. Suryaningrat (Sungkono)

PENGGABUNGAN KABUPATEN KULONPROGO DENGAN KABUPATEN ADIKARTA

Pada 5 September 1945 Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Pakualam VIII mengeluarkan amanat yang menyatakan bahwa daerah beliau yaitu Kasultanan dan Pakualaman adalah daerah yang bersifat kerajaan dan daerah istimewa dari Negara Republik Indonesia. Pada tahun 1951, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Pakualam VIII memikirkan perlunya penggabungan antara wilayah Kasultanan yaitu Kabupaten Kulonprogo dengan wilayah Pakualaman yaitu Kabupaten Adikarto. Atas dasar kesepakatan dari Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Pakualam VIII, maka oleh pemerintah pusat dikeluarkan UU No. 18 tahun 1951 yang ditetapkan tanggal 12 Oktober 1951 dan diundangkan tanggal 15 Oktober 1951. Undang-undang ini mengatur tentang perubahan UU No. 15 tahun 1950 untuk penggabungan Daerah Kabupaten Kulonprogo dan Kabupaten Adikarto dalam lingkungan DIY menjadi satu kabupaten dengan nama Kulonprogo yang selanjutnya berhak mengatur dan mengurus rumahtanganya sendiri. Undang-undang tersebut mulai berlaku tanggal 15 Oktober 1951. Secara yuridis formal Hari Jadi Kabupaten Kulonprogo adalah 15 Oktober 1951, yaitu saat diundangkannya UU No. 18 tahun 1951 oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia.

Selanjutnya pada tanggal 29 Desember 1951 proses administrasi penggabungan telah selesai dan pada tanggal 1 Januari 1952, administrasi pemerintahan baru, mulai dilaksanakan dengan pusat pemerintahan di Wates. Nama-nama yang menjabat Bupati Kulonprogo sejak tahun 1951 sampai sekarang adalah sbb:

  1. KRT.Suryoningrat (1951-1959) 
  2. R.Prodjo Suparno (1959-1962)
  3. KRT.Kertodiningrat (1963-1969) 
  4. R.Soetedjo (1969-1975) 
  5. R.Soeparno (1975-1980) 
  6. KRT.Wijoyo Hadiningrat (1981-1991) 
  7. Drs.H.Suratidjo (1991-2001) 
  8. H.Toyo Santoso Dipo (PDIP)-HM.Anwar
    Hamid(PKB) (2001-2006)
  9. H.Toyo Santoso Dipo (PDIP)-Drs.H.Mulyono
    (PAN) (2006-2011)
  10. dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) (PDIP)-
    Drs.H.Sutedjo (PAN dan PPP) (2011-sekarang).

2.      Kondisi Geografis

a.      Kabupaten Kulonprogo merupakan salah satu dari lima Kabupaten/ Kota di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang terletak paling barat dengan batas sebelah barat dan utara adalah Propinsi Jawa Tengah dan sebelah selatan adalah Samudera Indonesia. Luas area adalah 58.627,5 km2 (58.627,512 Ha) yang secara administratif meliputi 12 kecamatan, 88 desa dan 930 dusun. Dari luas tersebut 24,89 % berada di wilayah Selatan yang meliputi kecamatan Temon, Wates, Panjatan dan Galur, 38,16 % di wilayah tengah yang meliputi kecamatan Lendah, Pengasih, Sentolo, Kokap, dan 36,97 % di wilayah utara yang meliputi kecamatan Girimulyo, Nanggulan, Kalibawang dan Samigaluh.

Luas kecamatan antara 3.000 – 7.500 km2 dan yang wilayahnya paling luas adalah kecamatan Kokap seluas 7.379,95 km2 sedangkan yang wilayahnya paling sempit adalah kecamatan Wates seluas 3.291,23 km2. Secara geografis Kab. Kulonprogo terletak antara 7o38’42” – 7o59’3″ Lintang Selatan dan 110o1’37” – 110o16’26” Bujur Timur dan batas wilayah Kab. Kulonprogo sebagai berikut :

  • Sebelah Utara                     : Kab. Magelang.
  • Sebelah Timur                     : Kab. Sleman dan Kab. Bantul
  • Sebelah Selatan                 : Samudra Hindia
  • Sebelah Barat                      : Kab. Purworejo

b.      Secara geografis lokasi Kulonprogo terletak pada jalur transportasi Pulau Jawa sebelah selatan. Wilayah Kulonprogo terhubung dengan kota-kota di Jawa oleh jaringan transportasi darat, termasuk jalur kereta api. Jalur selatan Jawa ini memiliki prospek baik untuk berkembang.Prospek ini juga didukung oleh kekayaan sumberdaya wilayah di bidang pertanian, peternakan, perikanan-kelautan, wisata, pertambangan.Kawasan perbukitan Kulonprogo dengan pemandangan yang elok menyimpan kekayaan di bidang pertanian, perkebunan dan pariwisata.Sementara kawasan selatan dan pesisir menyediakan potensi kelautan dan perikanan serta pariwisata.Berbagai produk industri kecil dan kerajinan tangan dapat ditemukan hampir di seluruh Kulonprogo.Produk kerajinan Kulonprogo seperti berbagai anyaman serat, wayang golek, makanan tradisional telah tersebar ke berbagai daerah dan ke luar negeri.Untuk menggarap potensi dan memajukan wilayahnya Pemerintah Kab.Kulonprogo memiliki komitmen yang ditunjukkan antara lain: pelayanan administrasi cepat dan mudah, dukungan prasarana dasar tersebar di seluruh wilayah. Semua itu didukung oleh kondisi wilayah yang aman dan tentram dengan masyarakat yang guyub.

c.  Luas Daerah dan Geografis per kecamatan Kab. Kulonprogo

  1. Kecamatan Temon

Kecamatan Temon memiliki luas 3.629,890 Ha dengan prosentase 6,19 % dari luas Kab. Kulonprogoyang terdiri dari 15 Desa dan batas wilayahnya adalah sebagai berikut :

  • –        Sebelah Utara`           : Kecamatan Kokap
  • –        Sebelah Timur           : Kecamatan Wates
  • –        Sebelah Selatan        : Samudera Hindia
  • –        Sebelah Barat            : Kabupaten Purworejo

2. Kecamatan Kokap

Kecamatan Kokap memiliki luas 7.379,950 Ha dengan prosentase 12,59 % dari luas Kab. Kulonprogo yang terdiri dari 5 Desa dan batas wilayahnya adalah sebagai berikut :

  • –        Sebelah Utara`           : Kecamatan Girimulyo
  • –        Sebelah Timur           : Kecamatan Pengasih
  • –        Sebelah Selatan        : Kecamatan Temon
  • –        Sebelah Barat            : Kabupaten Purworejo

3. Kecamatan Wates

Kecamatan Wates memiliki luas 3.200,239 Ha dengan prosentase 5,46 % dari luas Kab. Kulonprogo yang terdiri dari 8 Desa dan batas wilayahnya adalah sebagai berikut :

  • –        Sebelah Utara`           : Kecamatan Pengasih
  • –        Sebelah Timur           : Kecamatan Panjatan
  • –        Sebelah Selatan        : Samudera Hindia
  • –        Sebelah Barat            : Kecamatan Temon dan Pengasih

4. Kecamatan Panjatan

Kecamatan Panjatan memiliki luas 4.459,23 Ha dengan prosentase 7,61 % dari luas Kab. Kulonprogo yang terdiri dari 11 Desa dan batas wilayahnya adalah sebagai berikut :

  • –        Sebelah Utara`           : Kecamatan Pengasih
  • –        Sebelah Timur           : Kecamatan Sentolo dan Lendah
  • –        Sebelah Selatan        : Samudera Hindia
  • –        Sebelah Barat            : KecamatanWates

5. Kecamatan Pengasih

Kecamatan Pengasih memiliki luas 6.166,468 Ha dengan prosentase 10,52 % dari luas Kab. Kulonprogo yang terdiri dari 7 Desa dan batas wilayahnya adalah sebagai berikut :

  • –        Sebelah Utara`           : Kecamatan Girimulyo
  • –        Sebelah Timur           : Kecamatan Sentolo dan Nanggulan
  • –        Sebelah Selatan        : Kecamatan Wates
  • –        Sebelah Barat            : Kecamatan Kokap dan Temon

6. Kecamatan Lendah

Kecamatan Lendah memiliki luas 3.559,192 Ha dengan prosentase 6,07 % dari luas Kab. Kulonprogo yang terdiri dari 6 Desa dan batas wilayahnya adalah sebagai berikut :

  • –        Sebelah Utara`           : Kecamatan Sentolo
  • –        Sebelah Timur           : Kabupaten Bantul
  • –        Sebelah Selatan        : Kecamatan Galur
  • –        Sebelah Barat            : Kecamatan Panjatan

7. Kecamatan Galur

Kecamatan Galur memiliki luas 3.291,232 Ha dengan prosentase 5,61 % dari luas Kab. Kulonprogo yang terdiri dari 7 Desa dan batas wilayahnya adalah sebagai berikut :

  • –        Sebelah Utara`           : Kecamatan Lendah
  • –        Sebelah Timur           : Kabupaten Bantul
  • –        Sebelah Selatan        : Samudera Hindia
  • –        Sebelah Barat            : Kecamatan Panjatan

8. Kecamatan Sentolo

Kecamatan Sentolo memiliki luas 5.265,340 Ha dengan prosentase 8,89 % dari luas Kab. Kulonprogo yang terdiri dari 8 Desa dan batas wilayahnya adalah sebagai berikut :

  • –        Sebelah Utara`           : Kecamatan Nanggulan
  • –        Sebelah Timur           : Kabupaten Bantul
  • –        Sebelah Selatan        : Kecamatan Lendah
  • –        Sebelah Barat            : Kecamatan Pengasih dan Panjatan

9. Kecamatan Nanggulan

Kecamatan Nanggulan memiliki luas 3.960,670 Ha dengan prosentase 6,67 % dari luas Kab. Kulonprogo yang terdiri dari 6 Desa dan batas wilayahnya adalah sebagai berikut :

  • –        Sebelah Utara`           : Kecamatan Kalibawang
  • –        Sebelah Timur           : Kabupaten Sleman
  • –        Sebelah Selatan        : Kecamatan Wates
  • –        Sebelah Barat            : Kecamatan Girimulyo dan Pengasih

10. Kecamatan Girimulyo

Kecamatan Girimulyo memiliki luas 5.490,424 Ha dengan prosentase 9,36 % dari luas Kab. Kulonprogo yang terdiri dari 4 Desa dan batas wilayahnya adalah sebagai berikut :

  • –        Sebelah Utara`           : Kecamatan Samigaluh
  • –        Sebelah Timur           : Kecamatan Kalibawang dan Nanggulan
  • –        Sebelah Selatan        : Kecamatan Pengasih dan Kokap
  • –        Sebelah Barat            : Kabupaten Purworejo

11. Kecamatan Kalibawang

Kecamatan Kalibawang memiliki luas 5.296,368 Ha dengan prosentase 9,03 % dari luas Kab. Kulonprogo yang terdiri dari 4 Desa dan batas wilayahnya adalah sebagai berikut :

  • –        Sebelah Utara`           : Kabupaten Magelang
  • –        Sebelah Timur           : Kabupaten Sleman
  • –        Sebelah Selatan        : Kecamatan Nanggulan dan Girimulyo
  • –        Sebelah Barat            : Kecamatan Samigaluh

12. Kecamatan Samigaluh

Kecamatan Samigaluh memiliki luas 6.929,308 Ha dengan prosentase 11,82 % dari luas Kab. Kulonprogo yang terdiri dari 7 Desa dan batas wilayahnya adalah sebagai berikut :

  • –        Sebelah Utara`           : Kabupaten Magelang
  • –        Sebelah Timur           : Kecamatan Kalibawang
  • –        Sebelah Selatan        : Kecamatan Girimulyo
  • –        Sebelah Barat            : Kabupaten Purworejo

d.      Iklim dan Cuaca

Kabupaten Kulonprogo mempunyai iklim tropis hal itu sesuai dengan kondisi Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dilewati oleh garis khatulistiwa dengan musim penghujan antara bulan Septembar s/d Maret dan musim kemarau antara bulan April s/d Agustus.

1)      Musim Kemarau

Musim kemarau merupakan salah satu faktor pendukung dalam keberhasilan produksi seperti jagung, melon, semangka dan cabe. Salah satu faktor yang erat hubungannya dalam keberhasilan menetukan produksi ialah curah hujan, hari hujan , temperature dan lain sebagainya.

2)      Musim Penghujan

Musim penghujan telah kembali seperti awalnya di mana di wilayah Kab Kulonprogo pada bulan November  curah hujan mulai tinggi. Dari BMG Yogyakarta di peroleh informasi bahwa hujan akan berhenti pada bulan Maret tahun berikutnya.

3)      Musim Pancaroba                                                               

Musim pancaroba adalah masa peralihan antara musim kemarau ke musim penghujan dan sebaliknya.Beberapa penyebab panca roba dan kegagalan terhadap produksi di karenakan letak dan kondisi Kab Kulonprogo dengan keadaan tanah pada bagian selatan merupakan dataran rendah maupun pantai dan bagian utara merupakan daerah yang cenderung semakin naik / tinggi dengan ketinggian 300 s/d 600 m diatas permukaan air laut sehingga berdasarkan keadaan tersebut maka wilayah Kab Kulonprogomusim panca roba terjadi pada bulan Oktober dan Februari.

4)      Cuaca

Dalam musim penghujan dapat mengakibatkan bencana banjir terutama di daerah aliran Sungai Progo dan Sungai Serang yaitu wilayah Kec. Lendah, Galur, Pengasih, Wates dan Panjatan. Sedangkan untuk bagian utara pada musim penghujan dapat terjadi tanah longsor yaitu wilayah Kec. Kokap, Girimulyo, Nanggulan, Kalibawang dan Samigaluh. Suhu udara di Kab Kulonprogo berkisar antara 20º C s/d 37º C.

5)      Kabut

Wilayah hukum Polres Kulonprogo terbagi dalam 3 bentuk permukaan / kawasan.Sedangkan yang terdapat kabut di wilayah Kulonprogodisekitar Perbukitan Menorehyaitu Kec. Kokap, Girimulyo, Kalibawang dan Samigaluh dikarenakan daerahnya dikarenakan daerah tersebut berada diketinggian 300 – 600 m diatas permukaan laut.

Kabut terjadi pada musim penghujan antara jam 02.00 s/d 06.00 wib dan juga bisa terjadi di kawasan persawahan pada saat musim penghujan.

e.      Jenis Tanah, Air dan Keadaan Medan

1)      Jenis Tanah

Tanah merupakan suatu faktor produksi yang tersedia secara alamiah untuk dapat dimanfaatkan sebesar – besarnya guna kepentingan manusia.Secara garis besar tanah di daerah Kab.Kulonprogo termasuk jenis tanah regusol (regusol kelabu, regusol coklat kelabu, regusol coklat) dan gromosol yang sebagian sangat subur dan berpotensi untuk tanaman pangan.

2)      Ketinggian Tempat

Secara fisiografis kondisi Kab.Kulonprogo wilayahnya adalah daerah datar, meskipun dikelilingi pegunungan yang sebagian besar terletak pada wilayah utara, luas wilayahnya 17,58 % berada pada ketinggian < 7 m di atas permukaan laut, 15,20 % berada pada ketinggian 8 – 25 m di atas permukaan laut, 22,85 % berada pada ketinggian 26 – 100 m di atas permukaan laut, 33,00 % berada pada ketinggian 101 – 500 m di atas permukaan laut dan 11,37 % berada pada ketinggian > 500 m di atas permukaan laut. Jika dilihat letak kemiringannya, luas wilayahnya 58,81 % kemiringannya < 15° , 18,73 % kemiringannya antara 16° – 40° dan 22,46 % kemiringannya > 40°. Kulonprogo terdiri dari dataran pantai di bagian selatan, di bagian tengah dan timur berupa topografi bergelombang sampai berbukit, dan di bagian barat serta utara berupa perbukitan-pegunungan.Rangkaian perbukitan-pegunungan di bagian barat dan utara Kulonprogo ini dikenal sebagai perbukitan Menoreh.

a)      Topografi

Hamparan wilayah kabupaten Kulonprogo menurut ketinggian tanahnya adalah 17,58 % berada pada ketinggian <7 m diatas permukaan laut (dpal), 15,20 % berada pada ketinggian 8-25 m dpal, 22,84 % berada pada ketinggian 26-100 m dpal , 33,0 %berada pada ketinggian 101-500 m dpal , dan 11,37 % berada pada ketinggian >500 m dpal.

Distribusi wilayah kabupaten Kulonprogo menurut kemiringannya adalah:

  • –        40,11 % berada pada kemiringan < 20
  • –        18,70 % berada pada kemiringan 30 – 150
  • –        22,46 % berada pada kemiringan 160 – 400
  • –        18,73 % berada pada kemiringan > 400

Selama tahun 2014 di Kabupaten Kulonprogo, rata-rata curah hujan per bulan adalah 117 mm dan hari hujan 7 hh per bulan.Keadaan rata-rata curah hujan dan hari hujan yang tertinggi terjadi pada bulan Januari – Februari dan bulan Nopember – Desember.

Rata-rata curah hujan per bulan dan hari hujan tertinggi berada di Kec. Kalibawang sebesar 169 mm dan 9 hh.

b)      Ketinggian

Ketinggian wilayah Kab. Kulonprogo antara < 7 m diatas permukaan laut sampai dengan > 500 m di atas permukaan air laut dengan rincian antara lain :

  • –        Ketinggian < 7 m DPL seluas 10.308,60 Ha meliputi Kec. Temon, Wates, Panjatan, Pengasih, Lendah, Galur, Sentolo
  • –        Ketinggian 8 – 25 m DPL seluas 8.909,81 Ha meliputi Kec. Temon, Wates, Panjatan, Galur, Lendah, Sentolo, Pengasih, Kokap.
  • –        Ketinggian 25 – 100 m DPL seluas 13.392,58 Ha meliputi Kec. Temon, Wates, Panjatan, Lendah, Sentolo, Pengasih, Kokap, Girimulyo, Nanggulan, Kalibawang
  • –        Ketinggian 101 – 500 m DPL seluas 19.348,81 HA meliputi Kec. Temon, pengasih, Kokap, Girimulyo, Nanggulan, Kalibwang, Samigaluh
  • –        Ketinggian > 500 m DPL seluas 6.667,20 Ha meliputi Kec. Kokap, Girimulyo, Kalibawang, Samigaluh

c)      Kemiringan Lahan

Di wilayah Kab. Kulonprogo terdapat 4 kemiringan lahan / tanah yaitu:

  • –        Kemiringan tanah < 2o yaitu seluas 23.514,72 Ha terdapat di seluruh wilayah Kab. Kulonprogo
  • –        Kemiringan tanah 3o– 15o yaitu seluas 10.963,42 Ha meliputi Kec. Temon, Wates, Panjatan, Lendah, Sentolo, Pengasih, Kokap, Girimulyo, Nanggulan, Kalibawang, Samigaluh
  • –        Kemiringan tanah 16o– 40o yaitu seluas 13.170,46 Ha meliputi Kec. Temon, Sentolo, Pengasih, Kokap, Girimulyo, Nanggulan, Kalibawang, Samigaluh
  • –        Kemiringan tanah > 40o yaitu seluas 10.978,43 Ha meliputi Kec. Temon, Pengasih, Kokap, Girimulyo, Nanggulan, Kalibawang, Samigaluh

3)      Keadaan Medan

Secara geografis terletak antara 7o38’42” – 7o59’3″ Lintang Selatan dan 110o1’37” – 110o16’26” Bujur Timur yang terdiri dari pegunungan, sungai, hutan, sawah, dengan rincian sebagai berikut :

a)      Sungai

Di wilayah Kab. Kulonprogo terdapat beberapa sungai besar maupun sungai kecil, adapun sungai – sungai tersebut adalah:

NO SUNGAI PANJANG ( KM) KET
1 Sungai Progo 49,00  
2 Sungai Serang 24,44  
3 Sungai Papah 19,51  
4 Sungai Ngrancah 14,49  
5 Sungai Nagung 14,23  
6 Sungai Kanjangan 13,07  
7 Sungai Seling 12,93  
8 Sungai Sudu 10,42  
9 Sungai Diro 8,96  
10 Sungai Pening 8,84  
11 Sungai Rowojembangan 8,32  
12 Sungai Pereng 7,69  
13 Sungai Jenes 7,17  
14 Sungai Salak 7,05  
15 Sungai Kedung Gong 6,93  
16 Sungai Niten 6,91  
17 Sungai Klegung 6,59  
18 Sungai Gede 5,80  
19 Sungai Purudengen 5,65  
20 Sungai Sumitro 5,41  
21 Sungai Sari 5,37  
22 Sungai Kayujaran 5,23  
23 Sungai Klampok 4,82  
24 Sungai Bogo 4,06  
25 Sungai Lurung 3,75  
26 Sungai Tegalketos 3,62  
27 Sungai Sekiyep 3,52  
28 Sungai Jurung 3,23  
29 Sungai Jamur 2,32  
30 Sungai Gayam 1,67  
31 Sungai Wunut 1,52  

b)      Danau / Telaga

DI wilayah hukum Polres Kulonprogo terdapat telaga alam berada di Obyek Wisata Pantai Glagah sebagai tempat wiasata dan rekreasi dan juga terdapat danau buatan yang berada di wilayah Kec.Kokap dan digunakan sebagai tempat irigasi maupun sarana wisata dan rekreasi untuk keluarga.

c)      Gunung

Wilayah Kab. Kulonprogo terdapat barisan pegunungan yaitu Perbukitan Menoreh yang letaknya berbatasan dengan Kab.Purworejo.

d)      Hutan

Hutan yang ada di wilayah Kab. Kulonprogo adalah hutan lindung yang diatur oleh UU dan terdapat di wilayah Kokap, Girimulyo dan Samigaluh yang digunakan sebagi penghijauan dan mengatur ekosistem yang ada di Kab. Kulonprogo.

e)      Sawah / Ladang / Perkebunan / Pekarangan

Tanaman pangan meliputi komoditas padi, palawija serta hortikultura. Yang termasuk tanaman palawija yaitu komoditas jagung, ketela pohon, ketela rambat, kacang tanah, kacang kedelai serta kacang hijau. Tanaman hortikultura meliputi buah-buahan, sayur-sayuran, tanaman obat, serta tanaman hias. Di Kab. Kulonprogo, produksi palawija didominasi oleh komoditas ketela pohon sebesar 57.182 ton, jagung sebesar 33.169 ton, kedelai sebesar 4.305 ton serta kacang tanah sebesar 1.070 ton. Sedangkan tanaman palawija lainnya produksinya relatif kecil yaitu ketela rambat dan kacang hijau masing-masing produksinya tercatat 386 ton dan 87 ton. Komoditas ketela pohon dan ketela rambat mengalami kenaikan produksi dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 19,96 persen dan 14,54 persen. Sedangkan komoditas lainnya cenderung mengalami penurunan produksi.Tanaman buah-buahan yang potensial di Kab.Kulonprogo adalah pisang, melon dan semangka, mangga serta rambutan.Komoditas sayuran yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat Kab.Kulonprogo dan menghasilkan produksi yang cukup besar adalah tanaman cabe besar, petai serta bawang merah.

f)       Drainase / Irigasi

Sumber utama air irigasi di Kabupaten Kulonprogo berasal dari Sungai Progo dan Sungai Serang dan sebagian kecil mendapatkan suplesi dari Waduk Sermo. Air irigasi didapatkan dari Sungai Progo melalui Intake Kalibawang di Kec. Kalibawang untuk Kulonprogo bagian utara dan Intake Sapon di Kec. Lendah untuk Kulonprogo bagian selatan. Akibat penurunan dasar sungai, sejak tahun 1996 Intake Sapon tidak berfungsi lagi. Keperluan air irigasi untuk wilayah selatan didapatkan melalui pembangunan awiran  di sebelah utara (hulu) dari Intake Sapon. Untuk masa sekarang sudah dibangun sebuah bendungan pada Sungai Progo di bagian hilir Intake Sapon dengan dana APBN dan Loan dari Pemerintah Jepang (JBIC).

Selain melalui Intake Kalibawang dan Intake Sapon, pemenuhan keperluan air irigasi juga ditunjang oleh 24 bendung tetap yang tersebar di sungai yang ada selain Sungai Progo serta suplesi dari Waduk Sermo pada saat musim kemarau untuk Daerah Irigasi Pengasih dan Pekik Jamal.

Untuk mendistribusikan air irigasi, di wilayah Kabupaten Kulonprogo terdapat saluran dengan kriteria sebagai berikut:

  • (1)     Saluran induk atau primer, dengan panjang 62.434 m
  • (2)     Saluran sekunder, dengan panjang 108.913 m
  • (3)     Saluran pasangan lain, dengan panjang 74.201 m, serta
  • (4)     Saluran tanah/ tersier.

Untuk pengaturan irigasi, Sub Dinas Pengairan Dinas Pekerjaan Umum membagi daerah Kabupaten Kulonprogo menjadi 3 wilayah pengamatan, yaitu:

  • (1)       Pengamatan Kalibawang, membawahi Daerah Irigasi (DI) Kalibawang I, Kalibawang II, Donomulyo, Penjalin, DI Kecil Kecamatan Girimulyo, DI Kecil Kecamatan Samigaluh, dan DI Kecil Kecamatan Kalibawang.
  • (2)       Pengamatan Wates, membawahi DI Pengasih Timur, Pengasih Barat, Kongklangan, Cangkring, dan DI Kecil Kecamatan Pengasih.
  • (3)       Pengamatan Brosot, membawahi DI Pekik Jamal Timur, Pekik Jamal Barat, Banaran, Kengkeng dan Wonokasih.

g)      Jaringan Jalan

Panjang jalan di Kabupaten Kulonprogo adalah 1.112.373 km yaitu jalan Negara sepanjang 28.570 km atau 2,57 persen, jalan Provinsi sepanjang 158.500 kmatau 14,25 persen dan jalan Kabupaten sepanjang 925,303 km atau 83,18 persen.

Menurut
Jenis Permukaan:

  • (1)       Diaspal sepanjang 716.638 km atau 64,42 %
  • (2)       Kerikil sepanjang 281.093 km atau 25,27 %
  • (3)       Tanah sepanjang 114.642 km atau 10,31 %

Menurut
Kondisinya :

  • (1)       Baik, sepanjang 551.065 km atau 49,54 %
  • (2)       Sedang, sepanjang 423.511 km atau 38,07 %
  • (3)       Rusak, sepanjang 111.175 km atau 9,99 %
  • (4)       Rusak Berat, sepanjang 26.622 km atau 2,39 %

Jumlah jembatan sebanyak 430 buah yang lebih banyak berada di daerah-daerah dengan keadaan geografisnya pegunungan yang dipisahkan oleh jurang dan sungai – sungai, seperti Kec. Kalibawang sebanyak 60 buah, Kec.Samigaluh sebanyak 62 buah, dan Kec. Kokap sebanyak 42 buah.

Panjang Jalan menurut Status, Jenis Permukaan, Kondisi dan Jenis Jalan di Kabupaten Kulonprogo (km) :

Rincian Panjang Jalan
Negara Kabupaten Kecamatan Jumlah
I.   JenisPermukaan a.  Diaspal
b.  Kerikil
c.  Tanah
d.  Tidak Diperinci
 
28.570


 
158.500


 
529.568
281.093
114.642
 
716.638
281.093
114.642
II.  Kondisi Jalan a.  Baik
b.  Sedang
c.  Rusak
d.  Rusak Berat
 
26.570
2.000

 
128.100
29.400
1.000
 
396.395
392.111
110.175
26.622
 
551.065
423.511
111.175
26.622
III. Kelas Jalan a.  Kelas I
b.  Kelas II
c.  Kelas III
d.  Kelas III A
e.  Kelas III B
f.  Kelas III C
g.  Tidak Diperinci
 
28.570





 

158.500




 


115.366
410.602
292.988
106.347
 
28.570
158.500
115.366
410.602
292.988
106.347

h)      Pelabuhan

Pelabuhan di Kab.Kulonprogo terdapat
pelabuhan kecil yang digunakan oleh nelayan – nelayan di sekitar pesisir selatan
guna mencari ikan.Pelabuhan yang ada yaitu di Pantai Congot, Pantai Glagah
dan Pantai Trisik dan pleabuhan besar yang ada di Desa Karangwuni, Wates yaitu Dermaga Tanjung Adikarto.

i)       Jaringan Jalan Kereta Api

Di sebagian wilayah Kab
Kulonprogo terdapat beberapa kecamatan yang di lewati jalur Kereta Api. Adapun
wilayah tersebut ialah Kec.Sentolo, Pengasih, wates, Kokap dan Temon dengan
panjang + 30 Km.

j)        Bandara

Pada tahun 2020B andara YIA ( Yogyakarta International Airport )di wilayah Kec. Temon, Kab. Kulonprogo telah dapat digunakan dengan maskapai penerbangan domestic seperti Citilink , Batik Air, Lion Air,Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, Air Asia,Fly Scoot. Mengingat selama tahun 2020 pandemi Covid-19membuat penerbangan intenasional di tiadakan dan membuat Bandara YIA belum dapat beroperasi secara maksimal.

k)      Mata Air

Kebutuhan
air bersih untuk masyarakat Kabupaten Kulonprogo dipenuhi dari sumber air tanah
(sumur gali, sumur bor), air permukaan (sungai, waduk) dan mata air.Secara
keseluruhan, rata-rata kedalaman air tanah berkisar antara 2-15 meter di bawah
permukaan tanah, dan sebagian beberapa desa yang berada di pegunungan,
kedalaman air tanah lebih dari 15 meter.Di Kabupaten Kulonprogo dari 88 desa
terdapat 25 desa rawan air karena sedikit tersedia air permukaan.Penyediaan air
bersih untuk masyarakat di perkotaan Wates dan di beberapa ibukota kecamatan
(perkotaan) dilayani oleh PDAM dengan menggunakan sumber air yang berasal dari
mata air Clereng (Pengasih), Waduk Sermo, Kali Progo dan sumber air dalam.
Selain PDAM, di perdesaan pelayanan air bersih dikelola oleh kelompok
masyarakat dengan memanfaatkan sumber air yang ada dengan cara dialirkan melalui
perpipaan, meskipun debitnya kecil. Adapun Mata air yang sudah dikelola oleh
PDAM Kabupaten Kulonprogo meliputi mata air Clereng, Mudal, Grembul, Gua Upas
dan Sungai Progo.Secara umum di Kabupaten Kulonprogo kondisi air tanah dalamnya
relatif baik kecuali beberapa desa diwilayah Kecamatan Panjatan. Potensi air
baku di Kabupaten Kulonprogo untuk pengembangan SPAM selama 10 tahun kedepan
pada umumnya tersedia. Air permukaan yang dapat dimanfaatkan adalah
Sungai  Progo, Sungai Serang dan Sungai Bogowonto. Yang memerlukan upaya
khusus untuk air baku air minumnya adalah kota Sentolo, Pengasih, Wates dan
Temon.

..

3.      Demografi

a.      Jumlah total penduduk Kab. Kulonprogo
sebanyak 447.506 jiwa
dengan rincian :

1)      Penduduk laki-laki :221.321 jiwa

2)      Penduduk perempuan :226.185 jiwa

b.      Jumlah / komposisi penduduk per kecamatan
/ polsek tahun 2020

1)      Kecamatan
Temon

a)      Jumlah total penduduk                  :
29.455 jiwa

b)      Luas wilayah                                   :
3.629,09 Ha

c)      Jumlah penduduk laki-laki           :
14.561 jiwa

d)      Jumlah penduduk perempuan    :
14.894 jiwa

e)      Jumlah WNA                                   :
0 jiwa

f)       Kepadatan penduduk                    :
811 jiwa / km²

2)      Kecamatan
Kokap

a)      Jumlah total penduduk                  :
36.647 jiwa

b)      Luas wilayah                                   :
7.379,95 Ha

c)      Jumlah penduduk laki-laki           :
18.167 jiwa

d)      Jumlah penduduk perempuan    :
18.480 jiwa

e)      Jumlah WNA                                   :
0 jiwa

f)       Kepadatan penduduk                    :
496 jiwa / km²

3)      Kecamatan
Wates

a)      Jumlah total penduduk                  :
49.335 jiwa

b)      Luas wilayah                                   :
3.200,24 Ha

c)      Jumlah penduduk laki-laki           :
24.511 jiwa

d)      Jumlah penduduk perempuan    :
24.824 jiwa

e)      Jumlah WNA                                   :
0 jiwa

f)       Kepadatan penduduk                    :1.541
jiwa / km²

4)      Kecamatan
Panjatan

a)      Jumlah total penduduk                  :
39.127 jiwa

b)      Luas wilayah                                   :
4.459,23 Ha

c)      Jumlah penduduk laki-laki           :
19.352 jiwa

d)      Jumlah penduduk perempuan    :
19.775 jiwa

e)      Jumlah WNA                                   :
0 jiwa

f)       Kepadatan penduduk                    : 877 jiwa / km²

5)      Kecamatan
Pengasih

a)      Jumlah total penduduk                  :
52.576 jiwa

b)      Luas wilayah                                   :
6.166,47 Ha

c)      Jumlah penduduk laki-laki           :
25.890 jiwa

d)      Jumlah penduduk perempuan    :
26.686jiwa

e)      Jumlah WNA                                   :
0 jiwa

f)       Kepadatan penduduk                    :
852 jiwa / km²

6)      Kecamatan
Lendah

a)      Jumlah total penduduk                  :
41.581 jiwa

b)      Luas wilayah                                   :
3.559,192 Ha

c)      Jumlah penduduk laki-laki           :
20.680 jiwa

d)      Jumlah penduduk perempuan    :
20.901 jiwa

e)      Jumlah WNA                                   :
0 jiwa

f)       Kepadatan penduduk                    :
1.168 jiwa / km²

7)      Kecamatan
Galur

a)      Jumlah total penduduk                  :
33.084 jiwa

b)      Luas wilayah                                   :
3.291,232 Ha

c)      Jumlah penduduk laki-laki           :
16.320 jiwa

d)      Jumlah penduduk perempuan    :
16.764 jiwa

e)      Jumlah WNA                                   :
0 jiwa

f)       Kepadatan penduduk                    :
1.005 jiwa / km²

8)      Kecamatan
Sentolo

a)      Jumlah total penduduk                  :
50.568 jiwa

b)      Luas wilayah                                   :
5.265, 340 Ha

c)      Jumlah penduduk laki-laki           :
25.033 jiwa

d)      Jumlah penduduk perempuan    :
25.535 jiwa

e)      Jumlah WNA                                   :
0 jiwa

f)       Kepadatan penduduk                    :
960 jiwa / km²

9)      Kecamatan
Nanggulan

a)      Jumlah total penduduk                  :
31.079jiwa

b)      Luas wilayah                                   :
3.960,670 Ha

c)      Jumlah penduduk laki-laki           :
15.314jiwa

d)      Jumlah penduduk perempuan    :
15.765jiwa

e)      Jumlah WNA                                   :
0 jiwa

f)       Kepadatan penduduk                    :
784 jiwa / km²

10)    Kecamatan
Girimulyo

a)      Jumlah total penduduk                  :
25.034jiwa

b)      Luas wilayah                                   :
5.490,424 Ha

c)      Jumlah penduduk laki-laki           :
12.335jiwa

d)      Jumlah penduduk perempuan    :
12.699jiwa

e)      Jumlah WNA                                   :
0 jiwa

f)       Kepadatan penduduk                    : 455 jiwa / km²

11)    Kecamatan
Kalibawang

a)      Jumlah total penduduk                  :
30.601 jiwa

b)      Luas wilayah                                   :
5.296,368 Ha

c)      Jumlah penduduk laki-laki           :
14.996 jiwa

d)      Jumlah penduduk perempuan    :
15.605 jiwa

e)      Jumlah WNA                                   :
0 jiwa

f)       Kepadatan penduduk                    :
577 jiwa / km²

12)    Kecamatan
Samigaluh

a)      Jumlah total penduduk                  :
28.419 jiwa

b)      Luas wilayah                                   :
6.929,308 Ha

c)      Jumlah penduduk laki-laki           :
14.162 jiwa

d)      Jumlah penduduk perempuan    :
14.257 jiwa

e)      Jumlah WNA                                   :
0 jiwa

f)       Kepadatan penduduk                    :
410 jiwa / km²

c.       Warga Negara Asing Sebagai Penduduk
Sementara

Di wilayah
Kulonprogo pada tahun 2020 terdapat 12 Warga
Negara Asing yang terdiri dari Korea Selatan  5 WNA, Jepang 1 WNA, Nepal 1 WNA,
Inggris 2 WNA, Belanda 1 WNA, Belgia 1 WNA, Timor Leste 1 WNA, dan China 1 WNA.

4.      Sumber Daya Alam

a.      Wilayah Kab. Kulonprogo pada umumnya
adalah heterogen, sumber daya alam yang ada di Kulonprogo bermacam – macam dari
mulai kehutanan maupun daerah pertambangan. Hampir sebagian besar wilayah
Kulonprogo terdapat hutan lindung yang dimanaatkan sebagai paru – paru dunia
serta untuk daerah pertambangan terdapat pasir besi, pasir dari lereng Gunung
Merapi yang mengalir di Sungai Progo, batu andesit maupun tambang emas di
wilayah Kokap

b.      Luas Wilayah Hutan di Kab. Kulonprogo

No Kecamatan Kawasan Hutan APL Jmlh
Hutan Tetap HPK Jmlh
KSA- KPA HL HPT HP Jmlh
1 Temon 0 0 0 0 0 0 0 804,25 804,25
2 Kokap 0 5,5 601,5 181 788        
3 Wates 1 0 0 0 1 0 0 186,9 186,9
4 Panjatan 0 0 0 0 0 0 0 669,50 669,50
5 Pengasih 8,3 249 0 0 257,3 0 0 1.589,5 1589,5
6 Lendah 0 0 0 0 0 0 0 590 590
7 Galur 0 0 0 0 0 0 0 310 310
8 Sentolo 0 0 0 0 0 0 0 997,55 997,55
9 Nanggulan 0 0 0 0 0 0 0 470 470
10 Girimulyo 0 0 0 0 0 0 0 3.245 3.245
11 Kalibawang 0 0 0 0 0 0 0 2.020,26 2.020,26
12 Samigaluh 0 0 0 0 0 0 0 3.870 3.870
Jumlah 9,3 254,50 601,50 181 1.046,30 0 0 19.200,27 19.200,27

Keterangan   :

Luas               : Dalam satuan Hektar (Ha)

KSA
– KPA   : Kawasan Suaka Alam – Kawasan
Pelestarian Alam

HL                   : Hutan Lindung

HPT                : Hutan Produksi Terbatas

HP                  : Hutan Produksi Tetap

APL                :  Area Penggunaan Lain (Data APL tersedia adalah
Data Hutan Rakyat

Sumber          :
Dinas Pertanian & Kehutanan Kab. Kulonprogo

c.       Daerah Pertambangan

Wilayah
Kab. Kulonprogo adalah merupakan daerah yang kaya akan pertambangan, daerah
pertambangan yang ada di Kab. Kulonprogo antara lainKec.Pengasih terdapat batu
kapur seluas 6 Ha, Kec.Kokap terdapat mangan, batu baret (emas) yang beum
diketahui luasnya, Kec. Temon, Wates, Panjatan, Galur di wilayah pesisir
selatan terdapat tambang pasir besi dngan luas +15,3 Ha, Kec. Lendah
terdapat batu kapur dengan luas 0,5 Ha dan pasir disepanjang Sunai Progo dengan
luas 0,7 Ha, Ke. Sentolo terdapat batu kapur seluas 2 Ha, batu bangunan seluas
3,2 Ha, pasir di sepanjang Sungai Progo seluas 900 m2, batu gunung
seluas 40 Ha, Kec. Nanggulan terdapat pasir di sepanjang Sungai Progo seluas
9,4 Ha, black ard seluas 5 Ha, batu kapur seluas 1 Ha, Kec. Samigaluh terdapat
batu kapur seluas 15 Ha, dan Kec.Kalibawang terdapat batu dan pasir di
sepanjang Sungai Progo seluas 6 Ha.

d.      Sumber Energi

Di daerah
Kab.Kulonprogo tidak terdapat pembangkit tenaga listrik alam maupun
buatan.Hanya terdapat gardu transmisi PLN Jawa – Bali di wilayah Kec. Temon
yaitu di selatan perempatan Demen yang digunakan untuk memnuhi kebutuhan
listrik masyarakat Kulonprogo

e.      Flora Identitas

Flora
identitas Kab.Kulonprogo adalah Manggis Kalagesing (Garcinia mangostana kultivar kalagesing), pohon yang selalu hijau ini dapat tumbuh dengan ketinggian hingga mencapai
20 m. Batang tegak, kulit batang berwarna coklat dan memiliki getah yang
berwarna kuning. Daun tunggal dan saling berhadapan dengan antara satu dengan
yang lain. Daun berbentuk bundar, permukaan daun berwarna hijau gelap dengan
bawah daun lebih terang. Manggis kaligesing buahnya berbentuk bulat, dengan
warna buah coklat merah, dan dagingnya putih. Sifat buah kenyal, mudah dibuka,
dengan berat buah sekitar 100-125 gr, jumlah siung 4-8 siung, dan bijinya 1-2.
Rasa daging buah manis keasaman/segar, berair. Tanaman ini dapat berkembangbiak
melalui biji dan akan berbuah setelah berumur 8-15 tahun. Tanaman ini akan mengeluarkan bunga pada bulan Mei sampai Januari. Manggis
sangat sulit diperbanyak dengan bijinya, dan memiliki pertumbuhan yang sangat
lambat. Tanaman ini baru akan berbuah setelah berumur 10-15 tahun. Perbanyakan
dengan cangkok dan okulasi menjadi pilihan perbanyakan lainnya. Tanaman ini tahan terhadap penggerek buah dan busuk akar.

f.       Fauna Identitas

Fauna
identitas Kab.Kulonprogo adalah burung kacer (Copsychus saularis),burung ini disebut juga
sebagai burung kucica kampung, murai, murai kampung yang dalam bahasa Inggris
sering disebut sebagai Oriental
Magpie Robin
.

g.      Pariwisata

Daerah Kulonprogo
banyak terdapat tempat yang dapat mendatangkan wisatawan baik domestik maupun
asing, adapun tempat wisata tersebut adalah wisata budaya yaitu Musik Krumpyung
dan Nyadran Agung, Wisata Religius yaitu Gunung Lanang di wilayah Pantai
Congot, Kec. Temon, Makam Girigondo di Girigondo, Kaligintung, Temon, Makam Nyi
Ageng Serang di Dsn. Beku, Najarharjo, Kalibawang, Sendang Songo di
Kec.Kalibawang, Vihara Giriloka di Dsn. Gunung Kelir, Jatimulyo, Girimulyo,
Wisata Alam yaitu Pantai Congot dan Pantai Glagah di wilayah Kec.Temon, Pantai
Trisik di wilayah Banaran, Kec.Galur, Hutan Kalibiru dan Waduk Sermo di wilayah
Pengasih dan Kokap dan Pemandian Alam Clereng di Kec.Pengasih.