Polsek Kalibawang Ungkap Kasus Perkara Pelanggaran UU ITE

Polsek Kalibawang Ungkap Kasus Perkara Pelanggaran UU ITE

Unit Reskrim Polsek Kalibawang berhasil mengungkap kasus perkara pelanggaran UU ITE yang terjadi pada hari Jumat (4/10/2019) lalu. Dalam pelaksanaan konferensi pers yang digelar pada hari Selasa (29/10/2019), Kasubbag Humas Polres Kulonprogo AKP Sujarwo menyampaikan peristiwa tersebut korban pertama kali dihubungi seseorang melalui pesan langsung Facebook.

“Pada hari Jumat (4/10/2019) lalu, korban dihubungi oleh akun atas nama Juanda melalui media sosial Facebook. Selanjutnya korban dan pelaku beralih komunikasi ke pesan Whatsapp, dan terjadilah beberapa kali video call di antara mereka. Dalam video call tersebut pelaku mengarahkan korban untuk membuka baju sampai bagian tubuh korban terlihat, namun secara diam-diam pelaku merekam video call tersebut tanpa sepengetahuan korban”, ujar AKP Sujarwo.

AKP Sujarwo menambahkan pelaku mengancam akan menyebarluaskan video tersebut kecuali korban mau memberikan sejumlah uang kepada pelaku namun belum disanggupi oleh korban, sehingga video tersebut disebarkan ke beberapa kontak korban melalui aplikasi Whatsapp dan Facebook. Selanjutnya korban melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian Polsek Kalibawang. Kemudian petugas melaksanakan penyelidikan dan penyidikan untuk ungkap kasus perkara tersebut dengan bantuan teknis dari Resmob dan Unit Inafis Polres Kulonprogo.

“Setelah dilakukan penelusuran baik melalu nomor rekening, nomor HP, berbagai media sosial yang dipakai oleh pelaku, Unit Reskrim Polsek Kalibawang mendapat petunjuk bahwa pelaku berada di wilayah Lampung. Selanjutnya petugas gabungan dari Unit Reskrim Polsek Kalibawang dan Resmob Sat Reskrim Polres Kulonprogo berangkat ke Lampung, secara kebetulan pelaku telah diamankan oleh pihak Polres Lampung Selatan terkait dengan kasus hukum lainnya. Berkaitan dengan hal tersebut pelaku belum bisa dibawa dan diproses di wilayah hukum Polres Kulonprogo karena masih menunggu proses hukum di Polres Lampung Selatan selesai”, pungkas AKP Sujarwo.

Adapun pelaku tersebut berinisial AP warga Pesawaran, Lampung. Barang bukti yang diamankan beruPa satu unit HP merk OPPO seri A1K, satu unit HP merk Xiaomi Redmi 2, satu buah buku rekening BRI, dan satu buah kartu ATM BRI.

Atas perbuatannya pelaku AP dituntut dengan Pasal 27 ayat (1) Jo Pasal 45 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahu 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana diubah oleh Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,-.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply