Polres Kulonprogo Berhasil Ungkap Kasus Laporan Palsu Di Lendah

Polres Kulonprogo Berhasil Ungkap Kasus Laporan Palsu Di Lendah

Polres Kulonprogo gelar konferensi pers terkait kasus laporan palsu yang dibuat oleh S warga Lendah pada hari Selasa (28/4/2020) lalu. Dalam konferensi pers yang digelar hari Rabu (29/4/2020) ini menghadirkan narasumber Kapolsek Lendah AKP Fakhrurodin, S.H. didampingi Kasubbag Humas Polres Kulonprogo Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana, S.Sn. serta pelaku S.

Kapolsek Lendah AKP Fakhrurodin, S.H. dalam kesempatan ini mengatakan pada hari Selasa (28/4/2020) kemarin S membuat laporan kepolisian di Polsek Lendah yang menyatakan bahwa dirinya mengalami penodongan oleh dua orang tidak dikenal yang merampas uang miliknya di Jalan Umum Pengkol Gulurejo.

“Selanjutnya kami langsung mengerahkan personel guna melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan baik di TKP maupun di KJKS tempat pencairan dana pinjaman oleh S dan di rumah S serta keterangan para saksi, maka diperoleh dua alat bukti dan juga didukung barang bukti bahwa ternyata laporan yang dibuat oleh S adalah tidak benar, yang mana menurut Pasal 220 KUHP merupakan laporan palsu. Kemudian dilakukan pemeriksaan terhadap S, selanjutnya Polsek Lendah membuat laporan polisi model A tentang laporan memberitahukan suatu peristiwa yang sesungguhnya tidak terjadi sebagaimana Pasal 220 KUHP dengan ancaman hukuman 1 tahun 4 bulan”, ujar AKP Fakhrurodin, S.H.

Adapun motif S adalah mulai 7 tahun lalu menjadi bendahara di kampungnya kemudian yang mana menjelang lebaran Idul Fitri tahun ini harus menyalurkan dana itu tetapi dari dana yang telah terkompulir masih kurang. Hal inilah yang membuat S merekayasa kejadian penodongan dan perampasan uang yang dialaminya dan membuat laporan kepolisian di Polsek Lendah.

“Yang bersangkutan sudah menyampaikan permohonan maaf kepada pihak kepolisian khususnya Polsek Lendah karena telah membuat laporan palsu. Selanjutnya proses hukum tetap dilakukan secara profesional prosedural dan proporsional”, pungkas AKP Fakhrurodin, S.H.

Saat dimintai keterangan, S menyampaikan permohonan maaf karena telah membuat laporan palsu terkait peristiwa penodongan dan perampasan yang dialami oleh dirinya pada hari Selasa lalu.

“Saya mohon maaf kepada pihak kepolisian dan warga atas laporan palsu yang saya buat. Saya mengakui bahwa peristiwa penodongan dan perampasan uang yang dialami oleh saya kemarin adalah palsu, hal ini saya lakukan karena saya mempunyai kekurangan dana tabungan Idul Fitri yang harusnya saya bagikan pada bulan Ramadhan ini. Terus saat itu juga saya muncul ide untuk membuat rekayasa guna memundurkan pembagian uang tabungan Idul Fitri ini”, ujar S.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply