Polisi Amankan Ribuan Liter Penyalahgunaan BBM Bersubsidi

Polisi Amankan Ribuan Liter Penyalahgunaan BBM Bersubsidi

Satuan Reskrim Polres Kulonprogo berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi yang dilakukan oleh DSY seorang warga Sendangsari, Pengasih dalam menjual BBM melalui usaha Pertamini miliknya. Senin (30/3/2020).

Dalam kesempatan ini Plh. Wakapolres Kulonprogo Kompol Sudarmawan, S.Pd., M.M. didampingi Kanit 2 Satuan Reskrim Iptu Jatmiko dan Plt. Kasubbag Humas Polres Kulonprogo Iptu Triatmi Noviartuti, S.Sos., M.M. mengatakan aksi tersebut berhasil diungkap setelah Timsus Satuan Reskrim Polres Kulonprogo mencurigai gerak-gerik DSY.

‘Saat ini DSY masih berstatus sebagai saksi. Ia melancarkan aksinya dengan cara memodifikasi mobil Daihatsu Xenia miliknya dengan membuat tangki besi dengan kapasitas 200 liter di dalam mobilnya. Yang mana tangki ini dihubungkan dengan tangki bahan bakar mobil, sehingga bahan bakar dari tangki mobilnya bisa dinaikkan ke dalam tangki modifikasi secara otomatis”, ujar Kompol Sudarmawan, S.Pd., M.M.

DSY biasa membeli BBM jenis premium di salah satu SPBU di wilayah Sentolo, yang mana setiap ia mengantri ia membeli premium seharga Rp 100.000,-. Kemudian setelah terisi ia kembali mengantri sembari memindahkan bahan bakar dari tangki mobilnya ke dalam tangki modifikasi tersebut.

“Kecurigaan personel kami berawal dari situ, yang mana satu jenis kendaraan bisa mengantri beberapa kali dalam satu waktu. Bila ditotal selama beraksi sejak dua bulan terakhir, DSY berhasil menimbun sekitar 3.000 liter premium dengan keuntungan sekitar Rp 6.000.000,-. Bahan bakar itu kemudian dijual di warung miliknya dengan mesin pompa Pertamini. Namun alih-alih menuliskan premium pada mesin pompanya, DSY justru menipu konsumennya dengan menulis pertamax dan pertalite pada mesin pompanya”, tambah Kompol Sudarmawan, S.Pd., M.M.

Dalam pengungkapan ini, Polres Kulonprogo juga menyita sejumlah barang bukti, diantaranya satu unit mobil Daihatsu Xenia dengan nopol AB 1824 RY berikut tangki bahan bakar modifikasi di dalam mobil, mesin pompa elektrik, serta puluhan jerigen berisi BBM jenis premium. Akibat perbuatannya, DSY bakal dijerat dengan Pasal 55 UU Nomor 2 Tahun 2001 tentang Penyalahgunaan Pengangkutan atau Niaga Bahan Bakar Minyak dengan hukuman maksimal 6 tahun penjara.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply