Petugas Gabungan Polres Kulonprogo Temukan Ayam Tiren Dan Bahan Berformalin Di Pasar Tradisional

Petugas Gabungan Polres Kulonprogo Temukan Ayam Tiren Dan Bahan Berformalin Di Pasar Tradisional

Sedikitnya 1,75 kilogram daging ayam tak layak konsumsi atau tiren serta 7 kilogram ikan asin serta cumi asin berformalin diamankan oleh petugas, Senin (29/05/2017). Ditemukannya bahan makanan tersebut merupakan hasil operasi pasar gabungan dari Polres Kulonprogo serta beberapa instansi.

Operasi pasar hari pertama tersebut dilaksanakan di dua pasar tradional yang ditinjau yakni Pasar Kenteng, Kecamatam Nanggulan serta Pasar Percontohan Sentolo Baru, Kecamatan Sentolo. Di Pasar Kenteng, Nanggulan,  petugas memeriksa 12 pedagang daging ayam dan satu pedagang daging sapi dan ayam.

Dari hasil pemeriksaan terdapat 1,75 kilogram daging ayam tidak layak konsumsi dari pedagang berinisial KS warga Nanggulan. Terhadap barang tersebut pedagang bersedia memusnahkan sendiri di hadapan petugas,” kata Brigadir Wahyu yang ikut dalam operasi tersebut Senin (29/05/2017).
Selain itu, masih di pasar yang sama, petugas juga berhasil mendapatkan 4 kilogram ikan asin jenis kacangan, 1 kilogram ikan asin jenis teri nasi serta 2 kilogram cumi asin yang positif mengandung formalin. Setelah dilakukan Rapid Test dengan hasil kandungan formalin berkisar antara 10 PPM hingga 200 PPM. Seluruh temuan tersebut didapatkan dari beberapa pedagang yang ada di pasar tersebut yang kemudian disita oleh petugas.

Sedangkan pengawasan di Pasar Percontohan Sentolo Baru, Kecamatan Sentolo, petugas tak menemukan produk atau bahan makanan yang mengandung formalin atau tak layak konsumsi. Kendati begitu, petugas berhasil menemukan produk minuman berkarbonasi dengan merek Big Cola sebanyak tiga botol. Satu botol diamankan oleh petugas, sedangkan lainnya akan diretur oleh sang pedagang.

Berdasarkan pengakuan pedagang yang menjual bahan pangan berformalin, mereka mendapatkannya dari Pasar Beringharjo, Yogyakarta serta sebagian dari Pekalongan.Operasi seperti ini akan terus kita lakukan untuk pengendalian bahan pangan di Kulon Progo. Mendekati hari lebaran pengawasan akan lebih intensif,” sambung Brigadir Wahyu.
Sementara itu, Leli Marwati, Kasi Bina Usaha Dinas Kelautan dan Perikanan Kulon Progo menyebut bahwa bagi pedagang yang kedapatan berlaku curang, akan dikenakan hukuman sesuai dengam UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan serta UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply