Polsek Sentolo

PROFIL

POLSEK SENTOLO berlokasi di Jl. Yogya Wates Km 16 Sentolo Kulon Progo
Telp. (0274) 6472110

SEJARAH

Sejarah singkat kecamatan Sentolo

Sebelum terbentuknya Kabupaten Kulon Progo pada yanggal 15 Oktober 1951, wilayah Kulon Progo terbagi atas dua kabupaten yaitu Kabupaten Kulon Progo yang merupakan wilayah Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kabupaten Adikarta yang merupakan wilayah Kadipaten Pakualaman.

Dahulu Sentolo merupakan ibu kota Kabupaten, namun setelah Kabupaten Adikarto digabungkan, maka ibukotanya berpindah ke Wates, Kulon Progo.

Sentolo yang saat ini termasuk wilayah Kabupaten Kulon Progo hingga berakhirnya pemerintahan kolonial Hindia Belanda merupakan wilayah dua Kabupaten, yaitu Kabupaten Kulon Progo yang merupakan wilayah Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kabupaten Adikarto yang merupakan wilayah Kadipaten Pakualaman. Kedua Kabupaten ini digabung administrasinya menjadi Kabupaten Kulon Progo pada tanggal 15 Oktober 1951.

Sebelum Perang Diponegoro di daerah Negaragung, termasuk di dalamnya wilayah Kulon Progo, belum ada pejabat pemerintahan yang menjabat di daerah sebagai penguasa. Pada waktu itu roda pemerintahan dijalankan oleh Pepatih Dalem yang berkedudukan di Ngayogyakarta Hadiningrat. Setelah Perang Diponegoro 1825-1830 di wilayah Kulon Progo sekarang yang masuk wilayah Kasultanan terbentuk empat Kabupaten yaitu:

a).        Kabupaten Pengasih, tahun 1831

b).        Kabupaten Sentolo, tahun 1831

c).        Kabupaten Nanggulan, tahun 1851

d).        Kabupaten Kalibawang, tahun 1855

Masing-masing Kabupaten tersebut dipimpin oleh seorang Tumenggung. Menurut buku Prodjo Kejawen pada tahun 1912, Kabupaten Pengasih, Sentolo, Nanggulan dan Kalibawang digabung menjadi satu dan diberi nama Kabupaten Kulon Progo, dengan ibukota di Pengasih. Bupati pertama dijabat oleh Raden Tumenggung Poerbowinoto.

Sejak 16 Februari 1927 Kabupaten Kulon Progo dibagi atas 2 (dua) Kawedanan dengan 8 (delapan) Kapanewon, sedangkan ibukotanya dipindahkan ke Sentolo. Dua Kawedanan tersebut adalah Kawedanan Pengasih yang meliputi Kapanewon Lendah, Sentolo, Pengasih dan Kokap/Sermo. Kawedanan Nanggulan meliputi Kapanewon Watumurah/Girimulyo, Kalibawang dan Samigaluh.

Pada 5 September 1945 Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Pakualam VIII mengeluarkan amanat yang menyatakan bahwa daerah beliau yaitu Kasultanan dan Pakualaman adalah daerah yang bersifat kerajaan dan daerah istimewa dari Negara Republik Indonesia.

Pada tahun 1951, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Pakualam VIII memikirkan perlunya penggabungan antara wilayah Kasultanan yaitu Kabupaten Kulon Progo dengan wilayah Pakualaman yaitu Kabupaten Adikarto.

Atas dasar kesepakatan dari Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Pakualam VIII, maka oleh pemerintah pusat dikeluarkan UU No. 18 tahun 1951 yang ditetapkan tanggal 12 Oktober 1951 dan diundangkan tanggal 15 Oktober 1951. Undang-undang ini mengatur tentang perubahan UU No. 15 tahun 1950 untuk penggabungan Daerah Kabupaten Kulon Progo dan Kabupaten Adikarto dalam lingkungan DIY menjadi satu kabupaten dengan nama Kulon Progo yang selanjutnya berhak mengatur dan mengurus rumah-tanganya sendiri.

UU No. 18 tahun 1951 tanggal 12 Oktober 1951 dan berlaku mulai tanggal 15 Oktober 1951 sehingga secara yuridis formal Hari Jadi Kabupaten Kulon Progo adalah tanggal 15 Oktober 1951, yaitu saat diundangkannya UU No. 18 tahun 1951 oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia.

Pada tanggal 29 Desember 1951 proses administrasi penggabungan Daerah Kabupaten Kulon Progo dan Kabupaten Adikarto dalam lingkungan DIY menjadi satu kabupaten dengan nama Kulon Progo telah selesai dan pada tanggal 1 Januari 1952 administrasi pemerintahan baru mulai dilaksanakan dengan pusat pemerintahan di Wates.

 

A. GEOGRAFI :

Luas wilayah hukum Polsek Sentolo berada di wilayah Kabupaten Kulonprogo dengan luas wilayah 5.346251 Ha. dengan ketinggian 35 m di atas permukaan laut dengan suhu rata-rata 39 C / 30 C. Jarak pusat pemerintahan kecamatan dengan desa terjauh 9 Km. dengan jarak tempuh 0.25 jam, sedangkan jarak ke kota Kabupaten 13 Km. dengan jarak tempuh 0,20 jam.

Kecamatan Sentolo mempunyai batas-batas wilayah sebagai berikut :

  1. Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Nanggulan Kabupaten Kulonprogo.
  2. Sebelah Timur berbatasan dengan kabupaten Bantul / Kabupaten Sleman.
  3. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Lendah Kabupaten Kulonprogo.
  4. Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Pengasih Kabupaten Kulonprogo.

Iklim Kecamatan Sentolo pada dasarnya sama dengan wilayah lain mengalami musim hujan dan musim kemarau dimana musim hujan terjadi pada bulan Oktober s/d Maret sedangkan musim kemarau pada bulan Maret s/d Oktober. Curah Hujan rata-rata pertahun 594 mm/tahun.

 

B. DEMOGRAFI

Wilayah Sentolo secara umum penduduknya berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) dan dari warga negara Indonesia tersebut terdapat warga keturunan Cina yang bertempat tinggal di Sentolo.

Jumlah penduduk kecamatan Sentolo berjumlah 50.224.jiwa dengan perincian sebagai berikut :

  1. laki-laki        = 24.992 Jiwa
  2. Perempuan = 25.232 jiwa.

Secara Umum penduduknya bermata pencaharian sebagai petani/pekebun, pedagang, peternak, buruh, PNS, TNI/POLRI dan pengrajin.. Jumlah lapangan pekerjaan yang ada belum mampu menyerap tenaga kerja sehingga sebagian penduduk mencari pekerjaan diluar wilayah termasuk menjadi TKI/TKW.

Dengan telah ditetapkannya wilayah kecamatan Sentolo menjadi kawasan Industri berdasarkan Perda Kulonprogo nomor 1 tahun 2012 tanggal 20 Februari 2012 tenbtang Rencana tata Ruang wilayah Kulonprogo tahun 2012-2032 telah banyak berdatangan invester dalam menanamkan modalnya dengan mendirikan pabrik / usaha yang secra perlahan telah menyerap banyak tenaga kerja lokal.

 

C. SUMBER DAYA ALAM

Sumber daya alam yang tersedia di wilayah Sentolo antara lain  :

1. Kondisi alam / tanah

Topografi menunjukkan bahwa kecamatan Sentolo termasuk ke dalam area dataran perbukitan dengan kondisi temperature yang sedang. Kondisi tanah merupakan jenis tanah lathosol dari induk batuan kapur, pada musim hujan tanah lembek dan lengket sedang pada musim kemarau tanah pecah-pecah.  

Didaerah perbukitan dimanfaatkan warga untuk membudidayakan tanaman keras dan sebagian dimanfaatkan untuk menambang batu kapur sebagai bahan bangunan sedangkan didaerah dataran rendah dimanfaatkan untuk lahan pertanian dan perikanan dengan mamanfaatkan air yang bersumber dari kali Progo.

2. Sumber air

Wilayah kecamatan Sentolo tidak terdapat sumber air, keperluan air untuk irigasi memanfaatkan sungai Progo, selain itu sungai progo juga dimanfaatkan oleh warga masyarakat khususnya masyarakat desa Tuksono dan desa Salamrejo sebagai lokasi penambangan pasir walaupun masih menggunakan alat – alat sederhana.

3. Hutan

Hutan yang ada diwilayah kecamatan Sentolo merupakan hutan rakyat yang berada di desa Salamrejo, Kaliagung dan Tuksono dengan jenis tanaman kayu jati.

4. Hasil Tambang

Hasil tambang yang ada diwilayah kecamatan Sentolo berupa pasir di wilayah desa Salamrejo dan Tuksono dengan memanfaatkan sungai Progo, sedangkan untuk daerah perbukitan tambang yang dihasilkan berupa batu kapur.

5. Industri

Di wilayah kecamatan Sentolo terdapat industri / pabrik  :

  • a.   PT. ANEKA SINENDO berlokasi di desa Banguncipto bergerak dibidang produksi arang dengan hasil produksi untuk keperluan ekspor.
  • b.   PT. PUTRA DIAFAN berlokasi di desa Banguncipto bergerak dibidang pengolahan batu.
  • c.   PT. AMARTA KARYA  berlokasi di Dsn. Malangan desa Sentolo bergerak dibidang pengaspalan jalan.
  • d.  PT. Capital Realm Indonesia ( SPBE ) berlokasi di desa  Salamrejo bergerak dalam bidang pengisian gas ( Bulk elpiji ).
  • e.  CV. Surya Mekar Sari berlokasi di desa Salamrejo bergerak dalam bidang pembuatan pupuk organik.
  • f.  PT. Lestari Pelita Graha berlokasi di dsn. Gembongan desa Sukoreno bergerak dalam bidang pengisian gas ( Bulk elpiji ).
  • g.  Industri rumah tanggga banyak terdapat di desa Salamrejo dan Tuksono dengan memanfaatkan serat tumbuhan / serat alam.
  •  

VISI DAN MISI

Sebagai ujung tombak dalam menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat Polsek Sentolo harus mampu beradaptasi pada perubahan dan perkembangan yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat ditengah dinamika yang begitu pesat Polsek Sentolo menghadapi tantangan yang semakin berat yang pada akhirnya memperluas benteng Polsek Sentolo dalam menghadapi perubahan yang cepat Polsek Sentolo harus memiliki pandangan kedepan yang mampu memberikan arah pengembangan dan kemajuan yang lebih tinggi dibanding dengan intensitas permasalahan yang dihadapi.

 

A. VISI

Terwujudnya pelayanan kamtibmas prima, tegaknya hukum dan keamanan di wilayah Polsek Sentolo yang mantap serta terjalinnya sinergi Polisional yang proaktif, serta mendukung iklim kamtibmas yang kondusif sebagai wilayah industri yang menyokong ekonomi Kabupaten Kulonprogo.

 

B. MISI

Berdasarkan visi yang dicita-citakan tersebut selanjutnya diuraikan dalam misi Polsek Sentolo yang mencerminkan koridor tugas-tugas sebagai berikut :

  1. Melaksanakan deteksi dini dan peringatan dini melalui kegiatan / operasi penyelidikan, pengamanan dan penggalangan.
  2. Memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan secara mudah, responsif dan tidak diskriminatif serta menegakkan hukum secara profesional, objektif, proporsional, transparan dan akuntabel untuk menjamin kepastian hukum dan rasa keadilan.
  3. Menjaga keamanan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas untuk menjamin keselamatan dan kelancaran arus orang dan barang. 
  4. Mengembangkan Perpolisian masyarakat yang berbasis pada masyarakat yang patuh hukum, Meningatkan kesadaran hukum, kesadaran berbangsa dan bernegara, mengingat Sentolo bagian dari Kulon Progo dan bagian dari Propinsi D.I Yogyakarta merupakan kota Pendidikan banyak penduduk pendatang baru yang datang baik untuk menuntut ilmu maupun bekerja.
  5. Mengelola secara profesional, transparan akuntabel dan modern seluruh sumber daya Polsek Sentolo guna mendukung operasional tugas-tugas.
  6. Membangun sistem polisional interdepartemen dan lembaga internasional maupun komponen masyarakat dalam rangka membangun kemitraan dan jejaring kerja (partnershhip building / networking).sinergi.
  7. Senantiasa meningkatkan kualitas SDM yang optimal, operasional dan modern melalui diklat, dikjur dan dikbang dengan didasari iman dan amal sholeh yang berbudi luhur, dilaksanakan secara berjenjang dan berkelanjutan.
  8. Mewujudkan pelayanan publik yang cepat, akurat dan akuntabel dengan mengutamakan rasa aman, tertib pada masyarakat serta pengendalian gangguan kamtibmas dengan mengutamakan pelaksanaan operasional dilapangan sesuai tugas dan fungsinya Sebagai pelindung, pengayom, pelayan dan penegak hukum.
  9. Mendukung pelaksanaan otonomi daerah dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mempertahankan Keistimewaan Propinsi D.I.Yogyakarta untuk mewujudkan kemajuan, kemandirian dan kemakmuran serta kesejahteraan masyarakat daerah.
  10. Meningkatkan kerja sama / Patnertship dengan lapisan masyarakat untuk mendukung tugas-tugas kepolisian.

 

 

STRUKTUR ORGANISASI

PETA WILAYAH