Polsek Galur

KAPOLSEK GALUR

KOMPOL HARYANTA , S.H.

PROFIL

1. GEOGRAFIS

a.      Batas Wilayah

Kepanewon Galur merupakan salah satu dari dua belas Kepanewon di Kabupaten Kulonprogo Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang terletak wilayah tenggara dari kota Wates Kab. Kulonprogo yang jaraknya kurang lebih 17 Km dan merupakan daerah dataran rendah disebelah utara serta tanah pesisir pantai di wilayah selatan Galur. Luas area adalah 3.291.24 ha yang secara administratif meliputi 7 Desa, 75 Pedukuhan, 148 RW, dan 311 RT.

Batas wilayah Kecamatan Galur sebagai berikut
:

  • Sebelah Utara                : Kecamatan Lendah
  • Sebelah Timur               : S. Progo Kec. Srandakan Kab. Bantul
  • Sebelah Selatan             : Samudra Indonesia
  • Sebelah Barat                : Kepanewon Panjatan

b.      Lokasi

Secara geografis lokasi Kepanewon Galur terletak pada jalur transportasi alternatif Jawa selatan dan pada tahun 2017 telah dimulai pembangunan proyek Jalur Jalan Lintas Selatan Selatan ( JJLSS ). Wilayah Galur menghubungkan dengan Kabupaten Bantul dan Kab.Purworejo Jateng dengan melewati Jln Deandels oleh jaringan transportasi darat. Jalur alternatif wilayah Galur memiliki prospek baik untuk berkembang. Prospek ini juga didukung oleh kekayaan sumberdaya wilayah di bidang pertanian, peternakan, perikanan, wisata dan pertambangan pasir di Sungai Progo. Sementara kawasan selatan dan pesisir menyediakan potensi kelautan dan perikanan, Pasir biji besi, perikanan udang tambak vename, pertanian lahan pasir serta Pariwisata.

Luas Desa Dirinci Menurut Penggunaan Lahan di Kepanewon Galur ( Ha )

c.  Luas Daerah dan Geografis per Kalurahan Kepanewon Galur

1. Kalurahan Brosot

Kalurahan Brosot memiliki luas 322,54 Ha yang terdiri dari 10 Dusun dan batas wilayahnya adalah sebagai berikut:

  • –        Sebelah Utara`           : Kepanewon Lendah
  • –        Sebelah Timur           : Sungai Progo
  • –        Sebelah Selatan        : Kalurahan Kranggan
  • –        Sebelah Barat            : Kalurahan Pandowan

2. Kalurahan Kranggan

Kalurahan Kranggan memiliki luas 238,75 ha yang terdiri dari 9 Dusun dan batas wilayahnya adalah sebagai berikut:

  • –        Sebelah Utara`           : Kalurahan Brosot
  • –        Sebelah Timur           : Sungai Progo
  • –        Sebelah Selatan        : Kalurahan Banaran
  • –        Sebelah Barat            : Kalurahan Nomporejo

3. Kalurahan Banaran

Kalurahan Banaran memiliki luas 907,25 ha yang terdiri dari 13 Dusun dan batas wilayahnya adalah sebagai berikut:

  • –       Sebelah Utara            : Kalurahan Kranggan dan Nomporejo
  • –        Sebelah Timur           : Sungai Progo
  • –        Sebelah Selatan        : Samudera Indonesia
  • –        Sebelah Barat            : Kalurahan Karangsewu

4. Kalurahan Nomporejo

Kalurahan Nomporejo memiliki luas 190,91 ha yang terdiri dari 8 Dusun dan batas wilayahnya adalah sebagai berikut:

  • –        Sebelah Utara`           : Kalurahan Pandowan dan Karangsewu
  • –        Sebelah Timur           : Kalurahan Banaran
  • –        Sebelah Selatan        : Kalurahan Banaran
  • –        Sebelah Barat            : Kalurahan Desa Karangsewu

5. Desa Karangsewu

Kalurahan Karangsewu memiliki luas 926,24 ha yang terdiri dari 17 Dusun dan batas wilayahnya adalah sebagai berikut:

  • –        Sebelah Utara`           : Kalurahan Tirtorahayu
  • –        Sebelah Timur           : Kalurahan Banaran, Nomporejo, Pandowan
  • –        Sebelah Selatan        : Samudera Indonesia
  • –        Sebelah Barat            : Kepanewon Panjatan

6. Kalurahan Pandowan

Kalurahan Pandowan memiliki luas 140,36 ha yang terdiri dari 4 Dusun dan batas wilayahnya adalah sebagai berikut:

  • –        Sebelah Utara`           : Kecamatan Lendah
  • –        Sebelah Timur           : Kalurahan Brosot
  • –        Sebelah Selatan        : Kalurahan Nomporejo dan Karangsewu
  • –        Sebelah Barat            : Kalurahan Karangsewu dan Tirtorahayu

7. Kalurahan Tirtorahayu

Kalurahan Tirtorahayu Karangsewu memiliki luas 565,19 ha yang terdiri dari 14 Dusun dan batas wilayahnya adalah sebagai berikut:

  • –        Sebelah Utara`           : Kepanewon Lendah
  • –        Sebelah Timur           : Kalurahan Karangsewu
  • –        Sebelah Selatan        : Kalurahan Karangsewu
  • –        Sebelah Barat            : Kepanewon Panjatan

d.      Iklim dan Cuaca

Kecamatan Galur mempunyai iklim tropis hal itu sesuai dengan kondisi Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dilewati oleh garis khatulistiwa dengan musim penghujan antara bulan Septembar s/d Maret dan musim kemarau antara bulan April s/d Agustus namun untuk situasi terahir di wilayah Galur cuaca tidak menentu.

1)      Musim Kemarau

Musim  kemarau merupakan salah satu faktor pendukung dalam keberhasilan produksi seperti Kedelai, jagung, melon, semangka dan cabe. Salah satu faktor yang erat hubungannya dalam keberhasilan menentukan produksi ialah curah hujan, hari hujan, temperatur dan lain sebagainya.

2)      Musim Penghujan

Musim penghujan telah kembali seperti awalnya di mana di wilayah Galur sekitar pada bulan November curah hujan mulai tinggi. Dari BMG Yogyakarta diperoleh informasi bahwa hujan akan berhenti sekitar pada bulan Juli tahun berikutnya.

3)      Musim Pancaroba                                                                     

Musim pancaroba adalah masa peralihan antara musim kemarau ke musim penghujan dan sebaliknya. Beberapa penyebab pancaroba dan kegagalan terhadap produksi dikarenakan letak dan kondisi Kecamatan Galur dengan keadaan tanah merupakan dataran rendah sehingga berdasarkan keadaan tersebut maka wilayah Galur musim panca roba terjadi pada bulan Oktober sampai bulan Desember.

4)      Cuaca

Dalam musim penghujan dapat mengakibatkan bencana banjir terutama di daerah aliran Sungai Progo dan area persawahan Desa Tirtorahayu. Suhu udara di kecamatan Galur berkisar antara 22 º C s/d 33 º C.

e.      Jenis Tanah, Air dan Keadaan Medan

1)      Jenis Tanah

Jenis tanah di wilayah Galur disebelah selatan merupakan tanah pesisir dengan kultur tanah berpasir dan disebelah utara merupakan tanah dataran rendah/datar.

2)      Ketinggian Tempat

Secara fisiografis kondisi Kecamatan Galur wilayahnya adalah daerah datar, Ketinggian < 7 m DPL seluas 3.291.23 ha. Hamparan wilayah Kecamatan Galur menurut ketinggian tanahnya adalah 17,58 % berada pada ketinggian <7 m diatas permukaan laut (dpal), hujan yang tertinggi terjadi pada bulan November – Februari.

3)      Keadaan Medan

Secara geografis wilayah Galur terletak antara 7o38’42” – 7o59’3″ Lintang Selatan dan 110o1’37” – 110o16’26” Bujur Timur  yang terdiri dari Pantai, Pesisir, sungai, sawah, dan dataran dengan rincian sebagai berikut :

a)      Sungai

Di wilayah Galur bagian timur membentang keselatan sungai Progo yang bermuara di laut Samudra Indonesia dan merupakan perbatasan wilayah Kab. Bantul dengan Kec. Galur dan  di Desa Tirtorahayu terdapat sungai Sen yang membentang keselatan dan menikung ketimur melewati Desa Karangsewu, sungai ini merupakan tampungan air hujan yang masuk menuju sungai Progo kemudian kelaut.

b)      Sawah / Ladang / Perkebunan / Pekarangan

Tanaman pangan meliputi komoditas padi, palawija serta hortikultura. Yang termasuk tanaman palawija yaitu komoditas jagung, ketela pohon, kacang tanah, kacang kedelai. Tanaman buah-buahan yang potensial di Kecamatan Galur adalah, melon dan semangka yang ditanam petani galur yang menjadikan sebagai icon buah di Galur, serta buah Kelapa, mangga dan rambutan ditanam warga di pekarangan rumah. Komoditas sayuran yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat Galur dan menghasilkan produksi adalah tanaman cabe, bawang merah, Terong, Slada dan sebagian beasr ditanam di lahan pesisir.

c)      Drainase / Irigasi

Sumber utama air irigasi di Kecamatan Galur berasal dari bendungan Sapon Sungai Progo (wilayah Kec Lendah ) yang digunakan sebagai irigasi sawah di Desa Brosot, Pandowan, Banaran, Kranggan, Nomporejo, Karangsewu dan Tirtorahayu.

d)      Jaringan Jalan

Diwilayah hukum Polsek Galur terdapat jalan raya / jalan Negara yaitu jalan Deandels sepanjang 6 km yang melewati Desa Karangsewu, Nomporejo, Kranggan dan Desa Brosot. Jaringan jalan raya propinsi terletak didesa seperti tersebut diatas dalam keadaan cukup baik dan mengalami pelebaran jalan pada pertengahan tahun 2015 sehingga saat ini mempunyai lebar 8 meter.Pada pertengahan tahun 2016 wilayah Galur Pemerintah telah merampungkan proses ganti rugi lahan warga serta telah dibangun Proyek jalan JJLSS yang terbentang dari Jln Deandels wilayah Desa Karangsewu ke timur melalui Desa Nomporejo dan Desa Banaran sepanjang 3,2 km dan rencana oleh Pemerintah akan dibangun jembatan Progo 3 yang terletak di Ped.XII Sawahan Banaran.

Diujung timur wilayah galur terdapat jembatan Progo lama yang menghubungkan wilayah Galur dengan Bantul dan  dalam keadaan rusak pada tahun 1999 dan hanya bisa dilewati kendaraan roda dua dan sudah dibangun kembali jembatan baru di sebelah selatan jembatan lama yang mulai tahun 2007 sudah digunakan sebagai jalan negara, pada ahir bulan Desember 2019 jalan Brosot – Wates wilayah Galur telah diperlebar seluas 8 meter, jaringan jalan milik Kabupaten dan desa berfungsi baik dan rata-rata sudah dilakukan pengerasan serta digunakan sebagai sarana transportasi antar Desa dan Pedusunan.

e.)     Mata Air

Kebutuhan air bersih untuk masyarakat Galur dipenuhi dari sumber air tanah (sumur gali, sumur bor). Secara keseluruhan, rata-rata kedalaman air tanah berkisar antara 4-10 meter di bawah permukaan tanah. Penyediaan air bersih untuk masyarakat di Galur dilayani oleh PDAM dengan menggunakan sumber air yang berasal dari mata air Sungai Progo.

2. DEMOGRAFI

a. Jumlah total penduduk Kapanewon Galur Semester I 2019 berdasarkan sumber profil kependudukan DIY dalam angka sebanyak 33.120 jiwa dengan rincian :

b.  Jumlah / komposisi penduduk per Kalurahan se Kapanewon Galur tahun 2019

1)      Kalurahan Brosot

  • a)      Jumlah total penduduk                  :  4.873 jiwa
  • b)      Luas wilayah                                   :  323,278  ha
  • c)      Jumlah penduduk laki – laki        :  2.408 jiwa
  • d)      Jumlah penduduk perempuan    :  2.465 jiwa
  • e)      Jumlah WNA                                   :  0  jiwa
  • f)       Kepadatan penduduk                    :  600 jiwa / km²
  • g)      Kelahiran rata – rata tiap tahun   :  22 jiwa
  • h)      Kematian rata – rata tiap tahun    :  20 jiwa

2)      Kalurahan Kranggan

  • a)      Jumlah total penduduk                  :  2.614 jiwa
  • b)      Luas wilayah                                   :  238,75  ha
  • c)      Jumlah penduduk laki – laki        :  1.280 jiwa
  • d)      Jumlah penduduk perempuan    :  1.334 jiwa
  • e)      Jumlah WNA                                   :  0  jiwa
  • f)       Kepadatan penduduk                    :  300 jiwa / km²
  • g)      Kelahiran rata – rata tiap tahun   :  33 jiwa
  • h)      Kematian rata – rata tiap tahun    :  22 jiwa

3)      Kalurahan Banaran

  • a)      Jumlah total penduduk                  :  5.650 jiwa
  • b)      Luas wilayah                                   :  907,25 ha
  • c)      Jumlah penduduk laki – laki        :  2.794 jiwa
  • d)      Jumlah penduduk perempuan    :  2.856  jiwa
  • e)      Jumlah WNA                                   :  0  jiwa
  • f)       Kepadatan penduduk                    :  700 jiwa / km
  • g)      Kelahiran rata – rata tiap tahun   :   55  jiwa
  • h)      Kematian rata – rata tiap tahun    :   33  jiwa

4)      Kalurahan Nomporejo

  • a)      Jumlah total penduduk                 : 2.207 jiwa
  • b)      Luas wilayah                                   : 190,90  ha
  • c)      Jumlah penduduk laki – laki        : 1.090  jiwa
  • d)      Jumlah penduduk perempuan    : 1.117  jiwa
  • e)      Jumlah WNA                                   : 0  jiwa
  • f)       Kepadatan penduduk                    : 12  jiwa / km²
  • g)      Kelahiran rata – rata tiap tahun   : 25   jiwa
  • h)      Kematian rata – rata tiap tahun    : 15   jiwa

5)      Kalurahan Pandowan

  • a)      Jumlah total penduduk                  : 2.082 jiwa
  • b)      Luas wilayah                                   : 140,36  km²
  • c)      Jumlah penduduk laki – laki        : 1.027  jiwa
  • d)      Jumlah penduduk perempuan    : 1.055  jiwa
  • e)      Jumlah WNA                                   : 0  jiwa
  • f)       Kepadatan penduduk                    : 491  jiwa / km²
  • g)      Kelahiran rata – rata tiap tahun   : 16   jiwa
  • h)      Kematian rata – rata tiap tahun    : 10   jiwa

6)      Kalurahan Karangsewu

  • a)      Jumlah total penduduk                  : 8.447 jiwa
  • b)      Luas wilayah                                   : 926,24  ha
  • c)      Jumlah penduduk laki – laki        : 4.183  jiwa
  • d)      Jumlah penduduk perempuan    : 4.264 jiwa
  • e)      Jumlah WNA                                   : 0  jiwa
  • f)       Kepadatan penduduk                    : 900  jiwa / km²
  • g)      Kelahiran rata – rata tiap tahun   : 106   jiwa
  • h)      Kematian rata – rata tiap tahun    : 45   jiwa

7)      Kalurahan Tirtorahayu

  • a)      Jumlah total penduduk                  : 7.247  jiwa
  • b)      Luas wilayah                                   : 516,27  ha
  • c)      Jumlah penduduk laki – laki        : 3.596 jiwa
  • d)      Jumlah penduduk perempuan    : 3.651  jiwa
  • e)      Jumlah WNA                                   : 0  jiwa
  • f)       Kepadatan penduduk                    : 800  jiwa / km²
  • g)      Kelahiran rata – rata tiap tahun   : 100   jiwa
  • h)      Kematian rata – rata tiap tahun    : 31   jiwa

c.       Warga Negara Asing Sebagai Penduduk
Sementara

Di wilayah Kecamatan Galur sampai saat ini Warga negara Asing yang menetap tidak terdapat.

3.     SUMBER DAYA ALAM

a. Sumber daya alam di wilayah Kapanewon Galur meliputi :

  • Potensi yang bersifat pertanian misalnya padi dan
    palawija yang ditana warga di sawah dan petani pasir di wilayah pesisir pantai
    wilayah Galur.
  • Keberadaan Sungai Progo di wilayah Galur menjadi potensi
    Sumber daya alam yaitu pasir disepanjang sungai Progo masih berjalan dengan cara manual
    dan pada tahun 2015 pernah menggunakan alat sedot pasir yang
    dimiliki oleh warga dengan menggunakan operator dari orang Jawa Timur, dan
    mulai tahun 2018 terdapat penambangan pasir dan ada yang dikelola oleh PT yang
    sebelumnya terjadi konflik sosial dengan warga sekitar dan warga penambang
    pasir manual.
  • Disektor perikanan  sudah maju pesat dalam hal nelayan pencari
    ikan dengan menggunakan kapal  kecil / perahu dan terdapat TPI (
    Tempat Pelelengan Ikan ) serta petani
    disepanjang pesisir yang dijadikan lahan pertanian dan peternakan serta adanya rencana perluasan zona 
    tambak udang wilayah Kulonprogo yaitu didaerah Banaran dengan luas 116
    Ha.
  • Biji pasir besi di wilayah pesisir pantai
    selatan masih dalam tahap proses  dan di
    Desa Banaran terdapat Pilot Projek penambangan biji pasir besi yang sampai saat
    ini terus jadi masalah karena penolakan dari petani lahan pantai ( PPLP ).

b.      Wilayah Hutan di Kapanewon Galur

  • Kapanewon Galur merupakan daerah dataran rendah yang meliputi persawahan dan pesisir pantai untuk wilyah hutan tidak terdapat di Kapanewon Galur.

c.       Daerah Pertambangan

  • Di Wilayah Kapanewon Galur terdapat pertambangan galian C jenis pasir sungai dan batu koral di sepanjang sungai progo dari wilayah Desa Brosot sampai dengan Desa Banaran.

d.      Sumber Energi

Di daerah Kapanewon Galur
belum terdapat pengelola sumber energi
dari alam, warga masyarakat menggunakan Listrik PLN sebagai sumber energi rumah
tangga dan BBM dari Pertamina sebagai sumber energi kendaraan bermotor.

e.      Pariwisata

  • 1) Wilayah Kapanewon Galur mempunyai tempat pariwisata yang berupa Wisata pantai yaitu Pantai Trisik dan Taman Laguna Pantai yang berada di Dusun Sidorejo, Pedukuhan XIII Banaran serta Wisata Agrobahari yang diresmikan oleh Pakualam pada tahun 2012 berada di Ped. Imorenggo Karangsewu Galur, Kulonprogo namun saat ini wilayah tersebut berubah fungsi sebagai lahan budidaya tambak udang.
  • 2) Wisata/arena mancing bagi penghoby memancing terdapat di sungai- sungai wilayah Galur dan surf fhising / mancing pasiran di pantai wilayah Galur.

VISI DAN MISI

STRUKTUR ORGANISASI

PETA WILAYAH