Kedapatan Memiliki Obat-Obatan Terlarang, Dua Pemuda Diamankan Satuan Resnarkoba Polres Kulonprogo

Kedapatan Memiliki Obat-Obatan Terlarang, Dua Pemuda Diamankan Satuan Resnarkoba Polres Kulonprogo

Satuan Resnarkoba Polres Kulonprogo berhasil mengamankan dua pemuda yang kedapatan memiliki obat-obatan terlarang. Keduanya diamankan bersamaan dengan pelaksanaan Operasi Narkoba Progo 2019 yang dimulai hari Senin (23/9/2019) lalu. Kasat Resnarkoba Polres Kulonprogo, AKP Munarso, S.H., M.M. menyampaikan bahwa kedua pelaku berinisial AS (21) warga Pedukuhan Macanan, Desa Glagah, Kecamatan Temon, serta BGP (21) warga Pedukuhan Njati, Desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh.

AS pada hari Senin (23/9/2019) malam di Alun-Alun Wates, dari tangan pelaku petugas mengamankan 10 butir pil psikotropika yang terdiri dari lima butir pil Alprazolam dan lima butir pil Riklona Clonazepam. Sebelumnya atau pada Senin sore, petugas mengamankan BGP di sebuah conter handphone di Desa Banjararum, Kecamatan Kalibawang, tersangka kedapatan memiliki dua butir pil yang diduga Yarindo.

“Selain dikonsumsi sendiri mereka juga mengedarkan pil ke orang lain. Keduanya mendapat suplai dari orang berbeda untuk BGP dapat pil dari orang berinisal D yang masih DPO, saat ini masih kami selidiki, begitupun dengan AS dapatnya membeli dari orang asal Jogja, juga masih DPO”, ujar AKP Munarso, S.H., M.M. saat konferensi pers pada hari Kamis (26/9/2019).

Kasat Resnarkoba menambahkan bahwa kedua pelaku tersebut telah menjadi target operasi pihak kepolisian. Setelah melakukan penyelidikan dan mengumpulkan cukup bukti, pihaknya langsung mengamankan kedua pelaku untuk diperiksa.

Sementara itu pelaku BGP mengaku mengonsumsi pil Yarindo sejak lima bulan lalu. Alasannya, untuk meredam stres karena masalah keluarga dan finansial.

Terhadap kedua pelaku polisi mengenakan pasal berbeda. AS yang terbukti memiliki obat-obatan psikotropika terjerat pasal 62 UU RI Nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika dengan ancaman hukuman pidana maksimal 5 tahun penjara. Sedangkan BGP dikenai pasal 197 dan 196 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply