Aniaya Anak Kandung, Suami Istri Diamankan Polisi

Aniaya Anak Kandung, Suami Istri Diamankan Polisi

Satuan Reserse Kriminal Polres Kulonprogo berhasil mengamankan HB (42) dan istrinya, FH (37), akibat dugaan penganiayaan terhadap GP (10), anak kandungnya sendiri. Perlakuan keji keduanya berhasil diketahui pihak kepolisian setelah ada laporan dari warga setempat.

Kasatreskrim Polres Kulonprogo AKP Munarso, S.H., M.M. mengatakan, keduanya tega melakukan penganiayaan karena kesal dengan tingkah laku sang anak, yang diketahui berkebutuhan khusus.

“Anak yang masih berusia 10 tahun dan diketahui berkebutuhan khusus itu diterlantarkan dan bahkan sempat dianiaya oleh kedua orang tua kandungnya”, kata AKP Munarso, S.H., M.M. saat jumpa pers, Selasa (18/8/2020).

AKP Munarso, S.H., M.M. menjelaskan, peristiwa terjadi di belakang rumah yang beralamat di Dusun Klotakan, Kalurahan Kranggan, Kapanewon Galur, Kulonprogo. Saat itu saksi yang merupakan tetangga tersangka berkunjung ke rumah yang bersangkutan, tetapi ternyata malah melihat korban sudah berada di belakang rumah.

Kondisi korban GP saat itu sudah berada di kandang kambing dengan keadaan seluruh tubuh penuh bekas luka. Selanjutnya, saksi langsung berinisiatif membawa korban ke Puskesmas Galur 2 untuk diperiksa dan dirawat lebih lanjut, lalu melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

“Lalu selang beberapa hari, korban diperiksakan lagi ke RSUD Wates dan akhirnya dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito dan menjalani perawatan selama 21 hari”, tambah AKP Munarso, S.H., M.M.

Akibat perbuatannya tersebut pelaku diamankan di rumahnya yang berlokasi di Kalurahan Kranggan, Kapanewon Galur, Kabupaten Kulonprogo. Dari pelaku petugas berhasil disita sejumlah barang bukti diantaranya 1 buah sarung warna abu-abu tua, 1 buah sprei warna merah muda bermotif bunga, 1 buah kayu balok dengan panjang kurang lebih 1,5 meter yang digunakan untuk tempat mengikat korban, 1 buah mangkok plastik warna merah muda untuk tempat makan korban, 1 buah bongkok kayu bakar dan 1 buah tali tambang warna hijau.

Akibat perbuatannya, HB dan FH melanggar pasal 80 ayat 2 dan pasal 80 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Mereka terancam hukuman penjara paling lama 5 tahun dan ditambah sepertiga hukuman sesuai dengan pasal 80 ayat 4 jika yang melakukan kekerasan adalah orang tuanya.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply